Salah Jurusan, Bertahan Atau Tinggalkan




Hello 

Perkenalkan aku mawar (nama samaran), mahasiswi di salah satu PTN di Lampung.  Aku adalah mahasiswi yang pernah salah jurusan sebelum akhirnya menjalani perkuliahan di jurusanku yang sekarang. 

Masa kelulusan SMA adalah masa yang kutunggu pada tahun 2016, aku memutuskan untuk kuliah setelah lulus SMA. Jurusanku saat SMA adalah IPA dan aku menyukai konsep fisika, kuputuskan untuk mendaftar SNMPTN dengan jurusan fisika namun gagal, lalu ku lanjutkan dengan mendaftar SBMPTN dengan memilih jurusan pendidikan fisika dan fisika.  

Aku memilih jurusan fisika karena aku menyukai konsep fisika dan dulu aku masih memiliki anggapan klise bahwa anak IPA lebih jago dan pintar dari anak IPS, jadi kesempatan untuk diterima masuk PTN lebih besar jika aku memilih jurusan IPA.  Alasan lainnya adalah gengsi dan ikut-ikutan karena banyak dari teman sekelasku mengambil jurusan di bidang saintek. 


Beberapa bulan berlalu setelah tes SBMPTN 

Akhirnya, aku dinyatakan lulus SBMPTN dan diterima di jurusan fisika fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam. Bahagia sekali saat itu karena aku lolos di jurusan yang ku inginkan. 

Awal perkuliahanku semua terlihat normal, namun pada saat aku menjalani hari-hari dan bulan berikutnya aku dihadapkan pada lingkungan individualis orang-orang di sekelilingku, banyaknya tugas yang tidak ku mengerti, laporan praktikum, dan tekanan dari kakak tingkat yang masih menerapkan perpeloncoan.  


Apakah seperti ini dunia perkuliahan ? 

Satu semester kujalani, semua terasa berat dan sulit. IPK-ku sangat jelek, banyak hal matematis yang tidak ku pahami walaupun aku menyukai konsep fisika yang diterapkan, namun aku memiliki kekurangan serta kelemahan saat perhitungan matematis dan mulai berpikir untuk berhenti kuliah. Adanya orang tua yang terus memberi dukungan, kuputuskan untuk melanjutkan pada semester berikutnya dan menganggap bahwa semester pertamaku adalah masa adaptasi pada dunia perkuliahan dan berusaha bangkit untuk semester berikutnya. 

Pada semester kedua, rasa salah jurusan semakin melekat rasanya sama seperti semester pertama. Aku mulai suka bolos kuliah, merasa tertekan, tidak berkembang, tidak bahagia, mulai tidak mengerti dengan apa yang aku pilih dan jalani. Pada tahun 2017 kuputuskan untuk tidak melanjutkan kuliah di jurusanku dan mencoba peruntungan untuk mendaftar jurusan lain. 

Yup, aku menjadi mahasiswa baru lagi dan aku kuliah di jurusan agribisnis dengan alasan pada saat itu aku sudah memulai bisnis kecilku dan senang berkomunikasi dengan orang lain. 

Ku jalani awal perkuliahan ku dan semuanya sangat normal. Aku kira pergi dan pindah di jurusan ku yang baru membuatku bisa menjalani kuliah dengan mudah tanpa ada kesulitan, tetapi semua itu sangat berbeda dengan apa yang ku pikirkan tetap saja aku menemui banyak kesulitan. Beruntungnya, aku memiliki banyak teman yang bisa saling menguatkan, saling mendukung, dan mau mengajari saat aku tidak memahami kuliah yang disampaikan dosen, kesukaan ku dalam berkomunikasi tersalurkan, pengetahuan tentang bisnis makin berkembang, serta memiliki kakak tingkat (asisten dosen) yang baik, walaupun masih ada beberapa oknum kakak tingkat yang masih suka pelonco di himpunan mahasiswa (Hima). 

Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari proses dan perjalanan kuliahku.  

Salah jurusan bukanlah dosa besar. Ketika terjebak dalam situasi ini hanya ada dua pilihan mau bertahan atau pergi meninggalkan. Bertahan berarti aku harus mulai belajar menikmati, menghadapi kesulitan, dan belajar lebih keras tentang apa yang tidak ku mengerti. Pergi meninggalkan juga bukan berarti masalahku selesai dan semuanya menjadi mudah tetapi aku juga harus belajar lagi untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, menyiapkan mental agar siap menerima segala risiko, dan kesulitan.  

Belum tentu apa yang kita sukai adalah yang terbaik. Jangan hanya bermodalkan suka dengan cepatnya memutuskan bahwa itu yang terbaik, bisa jadi apa yang menurut kita biasa saja ternyata bisa menjadi batu loncatan untuk mencapai cita-cita. Teruslah kenali diri sendiri dan melihat apa yang menjadi kesukaan, kemampuan, dan juga kelebihan apa yang sudah melekat pada diri sendiri karena setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan.

Hidup adalah pilihan dan hidup adalah sebuah perjalanan. Bagaimana kita bisa tahu bahwa itu yang terbaik untuk diri kita atau bukan jika kita tidak mencoba dan merasakan.

Jangan pernah berhenti untuk berproses dan jangan cepat puas, bisa jadi apa yang pernah kita pilih dan jalani adalah perantara menemukan yang terbaik. Teruslah kenali diri sendiri, nikmati perjalanan proses hidupmu, dan jadilah yang terbaik dari versi dirimu sendiri.  

Selanjutnya aku akan menceritakan alasan atau penyebab aku merasa salah jurusan pada artikel berikutnya. Tetap semangat dan terus kenali diri sendiri.
See you 😊


Note : cerita berasal dari kisah nyata dan sudah mendapat persetujuan 

Author Pengen Kuliah
Dipublikasikan oleh Admin (Indah Khoirun Nisa)

Pengen Kuliah ~ Partner Merangkai Impian
Punya penemuan? atau punya ide menarik? atau punya tulisan/gagasan/pengalaman yang ingin dibagikan? Kirim tulisanmu ke webinfokuliah@gmail.com .
Follow instagram kami di @pengenkuliah

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger

Tidak ada komentar :

1. Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan. Tunjukkan bahwa anda adalah orang berpendidikan yang senantiasa menjaga etika.
2. Komentar tidak boleh menyinggung SARA, Porno, dan sejenisnya
3. Dilarang menggunakan akun Anonim.