Pendaftaran

[Pendaftaran][bleft]

#IMud ~ Hukum USU Mimpi Terbaikku

Kembali lagi dengan Si #IMud . Sesi Inspirator Muda. Kali ini ada kisah dari seorang siswa SMAN yang bisa dibilang sekolah baru. Dia ingin melanjutkan ke Universitas Sumatera Utara (USU) dengan perjuangannya... Yuk simak kisahnya...
 
Aku adalah Rahmita Khairunnisa, salah satu siswi dari SMA N 15 Takengon yang baru dibuka 4 tahun yang lalu. Aku anak pertama dari 4 bersaudara. Aku bukan lah siswi yang pintar di sekolahku, terlebih lagi anggapan bahwa siswa/i IPS adalah siswa terburuk dan tak pernah bisa di bandingkan dengan jurusan IPA.
Saya masuk IPS juga bukan karena aku tak mampu masuk jurusan IPA, karena Alhamdulillah aku selalu mendapat juara 1 umum saat di kelas X dulu, walaupun dengan memilih jurusan itu aku harus dimusuhi dengan orangtua dan guru karena tak memilih IPA, saya tetap memilih IPS karena ku pikir jika aku ingin memasuki FH USU, aku harus mendalami pelajaran sosial, mungkin anggapan ku ini konyol bagi sebagian orang karena aku juga tahu bahwa anak IPA itu lebih bisa lulus bahkan di fakultas yang jurusannya itu IPS.
Sampai aku duduk di kelas XII IPS, aku masih bangga dengan jurusan ku, walaupun banyak yang bilang pretasi ku yang selalu mendapat peringkat I umum bukanlah apa-apa bagi anak IPA, aku tetap optimis akan hal itu dan aku percaya mimpi terbaikku tak seperti perkataan pahit mereka, aku akan berusaha untuk lulus di FH USU.
Aku selalu menempelkan motivasi ataupun gambar FH USU di dinding dan langit-langit kamarku, terkadang aku menangis melihat mimpi ku yang terlalu tinggi itu, karena memang lulusan dari provinsi Aceh terlebih Aceh tengah, sangat sulit untuk lulus di universitas itu.
Aku selalu membuka website resmi USU dan juga hal-hal yang berkaitan dengan USU, hingga pada bulan Oktober 2014 aku melihat bahwa tes penjajakan bidang ilmu (TPBI) dibuka oleh perhimpunan SPMB, jujur aku sangat senang karena katanya tes itu bisa membantu kelulusan masuk ke universitas yang ku impikan. Pada hari pertama pendaftaran tes itu dibuka aku langsung mendaftarkan diri. Apapun yang terjadi aku harus sukses di tes ini, itu lah tekad ku.
Biaya pendaftaran TPBI ke USU adalah yang paling mahal yaitu Rp500.000, dan orangtua ku mengatakan agar aku tak ikut tes itu berhubung biaya pendaftaran yang mahal dan juga biaya untuk berangkat kesana.  Tapi aku tetap berusaha mengumpulkan uang dan berangkat dengan uang hasil jerih payah ku sendiri.
Pulang sekolah aku kerja menjaga tempat photo copy, terkadang aku juga mengutip kopi bersama teman-temanku, uang yang aku kumpulkan masih tak cukup hingga akhirnya novel perdanaku di beli oleh teman-temanku. Dan malam harinya aku belajar sampai jam 3 pagi. Hingga akhirnya uangku terkumpul dan cukup untuk biaya pendaftaran maupun ongkos pulang pergi, aku tak memikirkan oleh-oleh dan hal lainnya. Yang penting uang ini cukup untuk makan, dan aku harus sukses tes ini.
Waktu terus berlalu dan Alhamdulillah usahaku tak sia-sia, hasil TPBI ku mendapat nilai B, walaupun aku tak mendapat nilai amat baik atau istimewa, aku tetap bangga atas hal itu. Aku selalu berharap bahwa yang dikatakan panitia SPMB itu benar kalau sertifikat dan nilai TPBI itu bisa membantu kelulusan ku di FH USU.
Kini aku menanti hasil SNMPTN yang sangat mustahil untuk lulus, setidaknya aku telah berusaha walaupun aku gagal nantinya, aku gagal terhormat bukannya seperti teman-temanku yang lainnya yang ingin lulus tapi tak ingin mengorbankan biaya dan belajar yang giat untuk meraihnya. Walaupun aku tak lulus SNMPTN, aku akan tes lagi di SBMPTN, dan jika aku gagal lagi aku akan tetap tes melalui UMB.
Yang terpenting aku telah berusaha, dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa, dan yang terpenting orangtua ku juga telah mendukungku dengan restu dan doa mereka, semoga Allah mendengar permintaanku untuk kebahagiaan orangtua ku, Amin ya Rabb.

Si IMud : Rahmita Khairunnisa
Aditia Prasetio

Pengen Kuliah ~ Follow us @ Line Official @ bit.ly/infokuliah

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus
  • Blogger Comment using Blogger

1 komentar :