Pendaftaran

[Pendaftaran][bleft]

Bagaimana Menjadi Seorang Marketer & Sales Profesional!

Artikel ini tidak ditulis oleh tim Pengen Kuliah. Artikel ini merupakan kiriman dari pihak ketiga. Pengen Kuliah tidak bertanggungjawab dengan isi konten yang ada di dalamnya. Silakan hubungi pihak penulis konten ini apabila diperlukan.
Dini hari tadi, lumayan cukup seru di BBM saya dengan banyaknya chat yang masuk, dini hari lho Men smile emotikon
Apalagi kalau bukan konsul, tanya ini itu, termasuk tanya-tanya buku saya.
Eits, bukan langsung promosi kok maksud postingan saya ini, sumpah bukan smile emotikon
Jadi gini, Guys,
Saya dan tim nge-create ‪#‎LegiunResellerQUINT‬ atau ‪#‎LRQUINT‬ murni dengan sistem ketat dan profesional. Gak sembarangan orang bisa dengan seenak udel masuk tim saya, dan ketika macam-macam, siap-siap di-kick off total dari kesatuan tim, beuh, pedes kan smile emotikon
Lha, buat apa harus ketat banget?
Buat ngedidik dan praktek lebih dini masalah profesionalitas dan arti sejati apa itu sukses, bukan maen jebret gak jelas.
Saya perhatikan di grup-grup PTN yang kalian ikuti, banyak banget orang yang memberikan suatu postingan lalu ujung-ujungnya promosi atau jualan tapi dia sendiri belum layak disebut seorang marketer atau sales profesional. Parahnya lagi banyak banget siswa sebagai member di grup-grup tersebut dengan mudahnya jadi "umpan" bahkan "korban" promosi tersebut.
"What? Jadi selama ini kami pernah bahkan sering jadi korban dong, Kak?"
Yah, itu sih evaluasi aja bener gak pernah jadi korban? smile emotikon
Lalu, yang seorang marketer bagaimanakah yang belum layak disebut marketer dan sales profesional?
Apa pentingnya kalian belajar ilmu beginian padahal masih muda?
Bukannya sekarang fokus ke masalah PTN?
Ingat, postingn saya beberapa waktu lalu sebelumnya di fanspage ini masalah "Euforia Kuliah", berapa lama sih suatu euforia berlangsung? Singkat, Mamen.
Kalian menikmati masa-masa euofira di dunia kuliah itu lebih dominan di awal masuk dan ending pas kalian di wisuda, abis itu banyak keloyongan lho, keloyongan mau berkarir dimana, bisnis apa dan abagimana? Dan tak jarang bukan hanya keloyongan bahkan modar beneran.
Inilah fatalnya kalau kalian hanya berfokus pada satu bidang dan gak ngerti apa yang sebetulnya paling dicari oleh perusahaan tempat kalian nanti berkarir.
Dan kalian tahu tidak bahwa skill Marketing & Selling dalam diri seorang kandidat yang akan memasuki perusahaan bonafid dan profesional adalah orang paling dicari? Sumpah, dia yang akan didahulukan, saya sudah ngalamin di beberapa perusahaan sekaligus selama bertahun-tahun.
Masa gak percaya juga? Cek deh album-album jaman dulu yang ada di fanspage ini, itu bukti real saya pas masih ngantor, padahal kalau mau jujur saya paling males untuk narsis, swear smile emotikon
Ada juga yang abis modar sekali dia bangkit gentayangan, modar lagi, bangkit lagi terus menerus sampai benar-benar gentayangan sukses smile emotikon. Tapi prosesnya kelamaan dan terlalu menelan banyak energi, materi, pikiran, serta hal-hal lain yang sebetulnya justru sangat kita butuhkan untuk kita nikmati di usia senja. Masa di usia senja saja masih keloyongan juga, lalu kapan dan dimana letak kebahagiaan Anda selama ini? Teori dong kalau gitu mah. Lagi dan lagi kembali ke strategi yang gak dipake!
Udah ah kepanjangan, langsung aja capcus ke inti masalah yang sales dan marketer yang gak profesional tadi.
Banyak banget orang yang jualan tapi GAK PAKE FOTO PROFIL ASLI di sosmed, terutama untuk FB, Twiiter, dan somed lain yang sifatnya bukan social messenger kayak WA, BBM, Telegram dll.
Kenapa gak profesional?
"Untung" para "mangsa" dan "korban" yang sering berjatuhan di grup-grup PTN itu anak remaja yang secara mayoritas masih gak peduli profesionalitas, artinya hal sepel beginian mungkin gak penting bagi mayoritas anak remaja.
Bagaimana mungkin orang akan percaya dengan produk yang akan kita jual kalau profil kita sendiri pun sebagai penjual diragukan, abal-abal, atau bodong?
Darimana tahunya?
ya itu, gak pake foto profil asli diri sendiri, sekalipun asli masih belum lengkap kalau sifatnya selfie, norak tahu, orang juga kalau mau beli pikir-pikir. Yah, apalagi kalau udha selfie direkayasa lagi pake kamera 360, beuh makin kacau tuh kepercayaan klien selanjutnya.
Orang selfie itu sebetulnya masih belum percaya diri kalau dia akan sangat tampil menawan bila difoto oleh orang lain.
Kalau kalian selama ini selalu jadi konsumen atau korbannya, berarti kalian masih transaksi dnegan mahluk sakral apabila foto profilnya saja gak jelas.
Nah, kalau dalam foto sampul baru boleh pake foto produk, boleh juga sesekali di messenger karena kalau messenger gak ada fasilitas foto sampul, tapi sesekali saja jangan keseringan.
Kecuali kalau akunnya bukan akun pribadi tapi akun nama perusahaan atau nama lembaga itu baru boleh bukan pake foto personal juga, justru foto logo perusahaan/lembaga sangat profesional kalau di akun lemabaga/perusahaan juga. Awas terbalik.
Nah, di #LRQUINT, kami mewajibkan ke semua reseller untuk menggunakan foto profil sendiri, kecuali di sampulnya, boleh bebas.
Jadi, gimana? Masih mau melanjutkan transaksi dengan yang sakral?

Salam,


Coach @Altar_King
Email: quadrant.intl@gmail.com & altar.king@live.com

@Altar_King & @Quadrant_Intl

WA: 0896-5751-5981, SMS: 0857-9805-0037, BBM: 7D5690C6
Quadrant International

Pengen Kuliah ~ Follow us @ Line Official @ bit.ly/infokuliah

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus
  • Blogger Comment using Blogger

Tidak ada komentar :